Advertise Box

0
 


Dear Member Indonesia-Geographic,

Berhubung maraknya promosi dan jual menjual di milis ini, maka sebagai Moderator, saya harus menetapkan aturan-aturan bagi kalian yang suka kirim email promosi ke milis IG ini.

Dan mohon diperhatikan bahwa hanya email yang berhubungan dengan tujuan milis yg akan di rilis.

Peraturan memposting di milis Indonesia-Geographic:
- Iklan jualan pariwisata yang lokasinya sama hanya boleh 1 minggu sekali, dan itu kalian kirim di hari Rabu. Selain dari hari Rabu, maka akan kami tolak/reject.

- Iklan mengenai kemanusiaan juga hanya 1 minggu sekali (untuk subject dan isi yang sama). Boleh di posting kapan saja.

- Jangan LUPA mencantumkan Nama, No.telp/HP Anda setiap kali Anda mau menjual produk Anda, Harga produk harus ada.
(Menjual produk tanpa harga dan harus meng-klik link, tidak akan kami rilis)

- Tidak diperkenankan mengirimkan beberapa promosi wisata dalam 1 email. Ini agar di Subject terlihat jelas tujuan wisatanya.
(misal: Bromo, kepulauan Seribu, Lampung jangan dijadikan dalam 1 email, tetapi harus dipisah.)

- Khusus yang menawarkan perjalanan wisata, mohon bisa sertakan info lengkap mengenai wisata yang diadakan.
Dan jangan lupa nama penyelenggara, nama penanggung jawab, Nomor telpon dan HP, serta ITINERARY lengkap harus disertakan.
(tanpa info diatas, maka email akan di reject/hapus)

- Bagi yang mempromosikan hal yang bersifat 'GRATIS', berarti harus gratis tanpa embel-embel lainnya. GRATIS .. ya GRATIS.
(harus klik link selanjutnya, harus memforward, dll)

- Jangan mengomentari harga jual via jalur umum. Harga jual adalah hak penjual untuk memasang harga jual, berapapun itu. Jika memang ingin memberi tahu, bisa lewat jalur pribadi. Dan pastikan ada pembandingan yang wajar.

- Mohon di cek dulu, emailnya ditujukan untuk siapa sebelum menekan tombol send.
(email untuk ke jalur umum (JALUM) atau jalur pribadi (JAPRI).

Demikian peraturan ini dibuat dan apabila nanti ada perubahan atau tambahan akan kami umumkan lagi.

Salam,
Moderator Indonesia-Geographic

Facebook:
http://www.facebook.com/pages/Indonesia-Geographic/107259529310560
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000886389393
__________________________________________________________

__._,_.___
Recent Activity:
____________________________________________________________________________
Facebook:http://www.facebook.com/group.php?gid=48445356623
Multiply: http://IndonesiaGeographic.multiply.com
Multiply: http://GeographicIndonesia.multiply.com
____________________________________________________________________________
Hapus bagian yang tidak perlu untuk menghemat bandwidth. Sisakan 1 atau 2 thread agar tidak membingungkan yang lain.
Apabila topik pembicaraan berubah, usahakan Subject juga diubah sesuai topik
----------------------------------------------------------------------------
MARKETPLACE
A bad score is 598. A bad idea is not checking yours, at freecreditscore.com.

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___
0
 


Bagaimana bisa tau kalo email anda "bouncing"?
* Anda tidak pernah menerima email dari Indonesia-Geographic.

* Anda akan melihat suatu pesan di Ygroups anda yang mengatakan:
"The email address you are using for this group is currently bouncing".

* Anda meng-klik "Edit My Membership" dari Ygroups dan and melihat tulisan merah diatas alamat email anda:
"The email address you are using for this group is currently bouncing".

* Anda ke halaman "My Groups" di Ygroups dan melihat ada peringatan yang mengatakan:
"Alert! You have # bouncing email addresses".

* Anda mencoba mem-posting email dari Ygroups website dan mendapatkan pesan yang mengatakan:
"You cannot post to this group because your email address is currently bouncing".

* Anda mencoba mengirim email ke Ygroups dan anda mendapat balesan email dari 'notify@yahoogroups.com' dengan Subject:
"Unable to deliver your message", and the message says that your email to the group couldn't be delivered because "Your email account has been bouncing mails".

Apabila anda mengalami hal yang disebutkan diatas, ini artinya anda memiliki satu atau lebih alamat email yang anda gunakan untuk Ygroups sedang 'bouncing'.

Kalo bouncing, jangan panik. Kunjungilah http://groups.yahoo.com/myprefs?edit=2 untuk mengecek status email anda dan 'unbounce' sendiri.

----------------------------------------------------------
Yang termudah adalah dengan mengirimkan email kosong dari 'email yang bouncing' tersebut.
Caranya: kirimkan email kosong ke: Indonesia-Geographic-NORMAL@yahoogroups.com

Salam,
Moderators Indonesia-Geographic
Indonesia-Geographic-OWNER@yahoogroups.com
http://groups.yahoo.com/group/Indonesia-Geographic
http://IndonesiaGeographic.multiply.com
__________________________________________________________

__._,_.___
Recent Activity:
____________________________________________________________________________
Facebook:http://www.facebook.com/group.php?gid=48445356623
Multiply: http://IndonesiaGeographic.multiply.com
Multiply: http://GeographicIndonesia.multiply.com
____________________________________________________________________________
Hapus bagian yang tidak perlu untuk menghemat bandwidth. Sisakan 1 atau 2 thread agar tidak membingungkan yang lain.
Apabila topik pembicaraan berubah, usahakan Subject juga diubah sesuai topik
----------------------------------------------------------------------------
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


A bad score is 596. A good idea is checking yours at freecreditscore.com.
.

__,_._,___
0
 

Otensitas tampaknya merupakan nilai saat ini di AS, menggelinding dari lidah-lidah para politikus, para selebriti, para guru Web, para penasehat masuk universitas, para bintang televisi. Selama beberapa bulan ini kata 'otentik'  itu telah dikutip oleh para tokoh masyarakat. "Kufikir apa yang orang lihat dalam diriku adalah bahwa aku adalah orang yang nyata," satu-satunya perempuan calon presiden mengatakan pada televisi  ABC bulan lalu. "Aku adalah otentik." Membicarakan siaran televisinya yang baru, seorang penyiar mengatakan pada harian The Vancouver Sun bahwa "dalam segala apa yang saya lakukan, saya selalu berusaha untuk otentik dan nyata."
 
Seorang puteri bangsawan dari Inggeris, mengatakan pada harian The Pittsburgh Post-Gazette dalam bulan Juli bahwa "jika anda takut apa yang orang fikirkan mengenai anda, maka anda  tidak otentik." Pada waktu yang sama, banyak sekali pedagang dan pelatih jejaring sosial mengajar bahwa bila ingin berhasil pada online - pada Twitter, Facebook, Match.com - kita semua harus "otentik!" Suatu pertunjukan diskusi yang direncanakan tahun depan oleh konperensi antaraktif South by Southwest menjanjikan untuk mengajar para hadirin "bagaimana menjadi seorang manusia yang otentik tanpa memalukan diri anda sendiri."
 
Kata 'otentik' telah menjadi buah mulut selama kira-kira berabad-abad, tetapi 'otentik' telah menikmati  popularitas yang diperbarui dalam satu abad jejaring sosial online dan pada acara-acara peringatan, di mana orang memperkuat versi-versi digital dari diri mereka sendiri. Tema ini sebegitu persuasif (meyakinkan) sampai salah satu institusi yang tertua di dunia telah mempertimbangkannya.  Bahwa 'otentik' telah menjadi suatu kata mode tidaklah mengejutkan bagi sarjana-sarjana seperti Nona Naomi S. Baron, seorang profesor linguistik pada universitas di ibukota, dan pengarang "Always On: Language in an Online and Mobile World."
 
Ia mengatakan adalah umum bahwa suatu kata dipakai  begitu sering sehingga kata itu kehilangan arti yang sebenarnya. Demikian pula, mengatakan "Saya adalah otentik" atau "jadilah otentik"  terdengarnya bagus, kata profesor tsb. Namun lebih membangkitkan minat daripada perkembangbiakan kata 'otentik' adalah  menyadari sendiri bahwa kata 'otentik' itu hanya  dipakai sekarang. "Apa yang anda tidak bisa lakukan adalah bila  guru media sosial menyarankan anda  untuk bersikap otentik meskipun sudah otentik," ucap Jeff Pooley, seorang asisten profesor media dan komunikasi pada Kolese di Pennsylvania. Ia mengatakan otensitas kini lebih tepat digambarkan sebagai "otensitas yang diperhitungkan" - atau "permainan sandiwara."
 
"Cara terbaik agar diri anda diperhatikan orang adalah tidak nampak diperhatikan orang, " Profesor Pooley mengatakan. Politisi-politisi berbuat demikian. Selebriti-selebriti (orang-orang yang terkenal, termashur) berbuat demikian. Dan anda, para pembaca, berbuatlah demikian setiap kali membuka status update pada Twitter, Facebook, Google. Kehidupan online tidaklah berbeda. Seperti salah seorang siswa Profesor Baron katakan: Facebook adalah "dirku pada hariku yang terbaik." ("me on my best day").
 
(selesai)
 
Sumber: Cultural studies,
harian setempat, Minggu,
11 Sept. 2011, diterjemahkan
secara bebas, dipersingkat
dan diberi beberapa anotasi
seperlunya.
 
Salam Historia!
Sumar.
 
 

__._,_.___
Recent Activity:
KOMUNITAS HISTORIA INDONESIA (KHI)
>>> Another way to love Indonesia!
Phone: +6221.3700.2345, Mobile: +62818-0807-3636
Email/FB: komunitashistoria@yahoo.com
Twitter: @IndoHistoria
Mailing list: http://groups.yahoo.com/group/komunitashistoria
Homepage: http://www.komunitashistoria.org
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___
0
 

Bagaimanakah para ilmuwan dapat membubuhi tanggal pada alat-alat purbakala secara akurat kapan alat-alat batu itu dibuat, seperti yang ditemukan di Telaga Turkana. Kenya?
 
Suatu artifak seperti alat yang dibuat dari batu api biasanya tidak dibubuhi tanggal secara langsung tetapi malah sebaliknya menurut umur lapisan-lapisan endapan (keladak)  yang ditemukan," kata Dennis V. Kent, seorang ilmuwan peneliti pada Observatorium Bumi Lamont-Doherty dari Universitas Columbia, New York. Membubuhi tanggal radiokarbon sangat luas dipakai untuk membubuhi tanggal bahan-bahan seperti arang dari perapian-perapian (tungku-tungku) dan karbonat-karbonat dalam selongsong-selongsong kecil, ucap Dr. Kent, tetapi terbatas pada kira-kira 50,000 tahun terakhir sebab setengah-hidup singkat karbon 14. Untuk endapan-endapan yang lebih tua, teknik-teknik termasuk tephrochronology (meliputi potasium) dan magnetostratigraphy (meliputi besi).
 
Dalam tephrochonology, lapisan-lapisan abu gunung berapi, tephra, sering berisi mineral-mineral mengandung potasium yang abad kristalisasinya (penghablurannya) dapat ditentukan, bahkan milyaran tahun sebelumnya. Tetapi jarangnya kejadian erupsi-erupsi gunung berapi mungkin menyukarkan untuk membubuhi tanggal endapan-endapan yang menyelangi. Endapan-endapan ini, bagaimanapun, tidak mungkin berisi mineral-mineral yang mengandung besi seperti magnet, yang bertindak seperti kompas-kompas. Orientasi magnetisnya dilestarikan waktu dimasukkan peti, dan ada serangkaian pembalikan polaritas-polaritas (muatan kutub)  magnetis bumi yang dibubuhi tanggal dengan baik.
 
Endapan-endapan di sekitar alat-alat yang ditemukan di Telaga Turkana, Kenya, segera disimpan sesudah pembalikan yang terjadi 1.778 juta tahun berselang, Dr. Kent mengatakan, jadi membantu menentukan abad alat-alat  yang diperkirakan: 3.76 juta tahun.
 
Sumber: C. Claiborne Ray,
harian setempat, Selasa,
13 September 2011, diter-
jemahkan secara bebas,
dan dibubuhi beberapa
anotasi seperlunya.
 
Salam Historia!
Sumar.
 
 

__._,_.___
Recent Activity:
KOMUNITAS HISTORIA INDONESIA (KHI)
>>> Another way to love Indonesia!
Phone: +6221.3700.2345, Mobile: +62818-0807-3636
Email/FB: komunitashistoria@yahoo.com
Twitter: @IndoHistoria
Mailing list: http://groups.yahoo.com/group/komunitashistoria
Homepage: http://www.komunitashistoria.org
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___
0


Reminder from:   Indonesia-Geographic Yahoo! Group
 
Title:   Hari Ozon
 
Date:   Friday September 16, 2011
Time:   12:00 am - 1:00 am
Repeats:   This event repeats every year.
Location:   Indonesia-Geographic@yahoogroups.com
 
Copyright © 2011  Yahoo! Inc. All Rights Reserved | Terms of Service | Privacy Policy


__._,_.___


____________________________________________________________________________
Facebook:http://www.facebook.com/group.php?gid=48445356623
Multiply: http://IndonesiaGeographic.multiply.com
Multiply: http://GeographicIndonesia.multiply.com
____________________________________________________________________________
Hapus bagian yang tidak perlu untuk menghemat bandwidth. Sisakan 1 atau 2 thread agar tidak membingungkan yang lain.
Apabila topik pembicaraan berubah, usahakan Subject juga diubah sesuai topik
----------------------------------------------------------------------------




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
1
 

 MADE in INDONESIA

"Konser musik untuk vokal dan piano dari komponis-komponis muda Indonesia"

 IKA S. WAHYUNINGSIH (Soprano) | LESTIKA MADINA (Pianis)

 Kamis, 15 September 2011

Pk. 19.30 WIB

TeMBI Rumah Budaya

Jl. Parangtritis Km. 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul Yogyakarta

 - Gratis -

Ika S. Wahyuningsih, swarawati (Soprano)

Lahir di Malang Jawa Timur 1984, studi musik vokal di SMM Yogyakarta 2000-2003. Ia melanjutkan studi di Institut Seni Indonesia Yogyakarta di bawah bimbingan Susanti Andari dan Endang Ismudiati. Setelah ia menyelesaikan studi musik vokalnya ia meniti karier sebagai penyanyi sopran profesional. Ia sering tampil baik tunggal maupun bersama ansambel dan orkestra seperti kuartet gesek D'java, Orkes Mahasiswa, Kutikula Gitar Trio. Dalam musik seni mutakhir ia banyak berkerja dengan beberapa komponis seperti Vincent McDermott, Alex Dea, Tony Maryana, Gatot Sulistiyanto, dan Tristan Coleman. Tahun 2009 ia terpilih sebagai karakter sentral Mata Hari dalam opera kontemporer karya Vincent McDermott yang melibatkan lebih dari 60 seniman. Bersama Yuty Lauda dan Nino Ario Wijaya ia tergabung dalam trio PVC yang telah melakukan konser di Yogyakarta, Jakarta dan Bandung. Agustus 2010 ia terlibat dalam proyek kolaborasi antar komponis dan musisi Indonesia-Australia Menggelanggang project yang merupakan proyek musik komputer proses langsung dengan jalur multikanal. Awal 2011, ia diundang sebagai penyaji dalam konser Phi the circle yang menyajikan karya komponis muda Indonesia. Ia juga menjadi solis dalam Dutch Chamber Music Company tour project yang dikonserkan bulan Agustus 2011 membawakan karya Gatot D. Sulistiyanto yang merupakan karya komisi dari Eduard van Beinum Foundation.

Lestika Madina Hasibuan (Pianis)

Lahir di Jakarta, 31 Desember 1986. Pada 1991, saat berusia 5 tahun, ia mengikuti Kursus Musik Anak-Anak Yamaha Music School di bawah bimbingan Ibu Dina dan Ibu Artini. Kemudian dia belajar piano dengan Ibu Sri (1994-1998) dan Ibu Rinto Rini (1999-2004) di  Nuansa Musik I. Pada Juli 2005, setamat SLA, ia melanjutkan pendidikan musiknya di Konservatori Musik Universitas Pelita Harapan, dengan minat utama Classical Piano Performance. Guru pianonya antara lain Marta Podolska, Eliot Jhang dan Mina Yamauchi.

Selama kuliah, Lestika juga mementaskan karya-karya dari sejumlah komposer Indonesia seperti "Gentasari" karya Dwiani Indraningsri (2006, Teater Utan Kayu), "Kelontong" karya Andreas Arianto Yanuar (2009, Universitas Pelita Harapan) dan "Manisan" karya Gatot Danar Sulistiyanto (2011, Teater Salihara & Da Vinci Tower). Dia juga mengikuti sejumlah master class antara lain dengan Cicilia Yudha, Eriko Takezawa, Enrico Lancia, Stephen Imorde, Dana Clocarlie, DR. Robert Keane, Andy Scott, serta sebagai partisipan dalam Seminar "Pendidikan Seni Budaya bagi Pembangunan Nasional" (Departemen Pendidikan Nasional, 2010). Pada Juli 2010, ia mendapat kesempatan dari Departemen Pendidikan Nasional untuk menjadi partisipan dalam Diklat Produktif Nasional (Pengembangan dan Pemberdayaan Guru dan Tenaga Pendidik Seni Budaya) dan pentas pada Festival of Performing Arts Teachers, International Arts Festival, Sleman, Yogyakarta.

Selain bermain solo, dia aktif bermain sebagai pengiring untuk beragam instrumen, instruktur privat piano, dan pengajar musik di SMK Sarasvati, Jakarta.

PROFIL KOMPONIS

Gema Swaratyagita |"Angin rampas", lahir di jakarta, 8 Januari 1984. Dia adalah seorang pianis, guru, komponis dan wartawan radio yang hingga kini tinggal di Surabaya. Sebagai komponis, karyanya pernah dimainkan di Surabaya dan Yogyakarta pada YCMF (Yogyakarta Contemporary Music Festival) tahun 2010, serta berperan aktif di Pertemuan Musik Surabaya (PMS) yang digagas oleh Slamet Abdul Sjukur. Sebagai guru, dia pernah mengajar musik di Unesa, Smkn 9 Sby, dan hingga saat ini masih mengajar di Rumah musik Primavermeza dan Purwacaraka Music Studio. Sedangkan sebagai pianis, dia masih aktif bermain piano reguler di hotel Hyatt dan Ibis Surabaya, juga sebagai pianis di Pop Orkestra Surabaya (POS). Selama ini Gema belajar Komposisi pada Slamet Abdul Sjukur dan piano pada Endang Retnowati dan Andri Wirawan di Surabaya. Selain itu, sejak 2008, dia juga berkecimpung di dunia jurnalistik radio pada Radio Elshinta hingga Colors Radio. Saat ini aktif berkesenian bersama Dusun Rhythm dengan mengeksplorasi seni tradisi dan modern.

Gardika Gigih Pradipta | "Sabtu Sore", lahir di Sragen, 5 Agustus 1990. Studi komposisi musik di ISI Yogyakarta dan lulus pada Januari 2011 dengan Karya Tugas Akhir "Impresi 6 Peristiwa" untuk Orkestra.  Aktif dalam berbagai kegiatan komposisi musik. Bulan lalu, karyanya untuk solo piano dipentaskan di Yokohama, Jepang. Gardika senang sekali dengan beberapa hal, terutama pianika, kereta dan hujan. Karya kali ini berjudul "Kereta Terbang Sabtu Sore" yang mengisahkan rutinitas seseorang naik kereta setiap hari sabtu sore karena suatu kewajiban.

Rocky Irvano |"Buntu", lahir di Ujung Pandang, 11 Februari 1988, Menempuh komposisi musik di ISI Yogyakarta sejak 2008 dengan Mayor Piano. Pernah belajar komposisi di bawah bimbingan Royke Koapaha, Joko Lemazh, Memet Chairul Slamet, Mas Gatot, Slamet Abdul Sjukur, Patrick G. Hartono, Heri Christian, dan Markus Rumbino. Karya yang pernah dimainkan antara lain Three Cities (2009), Spaceship (2009), Gnomes (2010), Lost in The Right Way (2010), Bersin (2010), String Quartet No.1 (2011),Clarinet Duet (2011).

 Matius Shan Boone |"Vocalise", (Magelang, 1985). Pengalaman musiknya dimulai saat belajar piano, dan kemudian memperoleh pendidikan piano dari pianis terkenal seperti Magda Hasan, Wei Tsin Fu, Levi Gunadi, dan Marta Podolska. Secara formal dia belajar komposisi dari Otto Sidharta dan Bernd Asmus. Dalam pendidikannya ia bertemu dan belajar dari banyak komposer seperti Dieter Mack, Slamet Abdul Sjukur, Ben Pasaribu, Iwan Gunawan, dan Roderik de Man. Dia memimpin UPH orchestra pada 2008, dan menjadi Kepala Departemen Music Composition di UPH Conservatory (2009-2011). Dia juga menjadi konduktor ensembel orkestra  remaja di GKI Jatinegara, GKY Pluit, dand GKY Grenvile.

Sebagai salah satu komposer muda yang menonjol, dia kerap diundang ke banyak negara. Karya musiknya telah dipentaskan di banyak tempat dan festival seperti Teater Utan Kayu, Teater Salihara, Taman Budaya Bandung, Yogyakarta Contemporary Music Festival (2008, 2010), Yogyakarta International Gamelan Festival 2010, International Gaudeamus Music Festival Netherland 2010, Manilla Composer Lab 2010, dan National University of Singapore Festival 2011. Dia diundang mengikuti Kuala Lumpur Contemporary Music Festival 2009, dan International Darmstad New Music Summer Course 2010 dimana dia bertemu komposer legendaris seperti Bryan Ferneyhough, Georges Aperghis, Manos Tsangaris, dan lainnya.

Dia terpilih sebagai 21 finalis pada International Gaudeamus Music Composer Competition 2010 melalui karya musiknya "Balungan" yang dimainkan oleh Ensemble Gending Netherland. Dia juga menulis dan mementaskan komposisinya pada National University Singapore Festival 2011 yang dimainkan oleh Asian Contemporary Ensemble, dan Teater Salihara Bienalle Literary Festival October 2011. Karyanya "Mukena" terpilih sebagai 10 komposisi finalis pada Goethe South-East Asian Young Composer Competition 2011 yang dimainkan oleh Ensemble Mosaik Germany dan Ensemble Kyai Fatahilah Bandung.

 Julius Catra Henakin |"D.V.I", lahir di Surabaya pada tanggal 26 juli 1989. Belajar Musik dimulai pada usia 13 thn, dengan alat musik piano. Pada usia 15 tahun mulai belajar biola di bawah bimbingan Bpk. Alexander Tambayong (salah satu guru biola senior di Surabaya) dan Bpk. Sarjoko. Karier Musiknya sebagai Solo violin dan pemain orkestra diawali di Surabaya Symphony Orchestra (SSO) di bawah bimbingan Dr. Solomon Tong (Conductor). Pada bulan Juni 2011 telah menyelesaikan studi musik S1 di ISI Yogyakarta dengan Mayor Violin (Dibimbing oleh Dra. C.H. Kismiyati & Bapak Drs. Pipin Garibaldi, D.M., M.Hum) dan Minat Utama Komposisi Musik di bawah bimbingan Joko Lemazh S, Hadi Susanto, Haris Nathanael, R. Chairul Slamet, Royke Koapaha. Gemar menggubah Komposisi dimulai pada usia 16 tahun – Hingga Sekarang. Belajar musik modern & eksperimental musik pada Gatot Danar Sulisyanto (Composer). Ia membuat banyak komposisi- komposisi musik yang berciri khas Klasik maupun modern dalam bentuk Musik kamar maupun Orkestra. Saat ini dia telah mempelajari banyak gaya-gaya maupun bentuk musik orkestra modern dan telah mendalami teknik-teknik pengolahan instrument dalam Orkestrasi dan disamping itu saat ini dia juga mulai aktif membuat karya2 musik kamar yang berformat duet-trio-Quartet yaitu untuk memenuhi karya musik kamarnya. Dia juga pernah mengikuti Masterclass yaitu: Mengikuti Master class Violin dengan Robert Brown (Jerman), Prof. Takashi Shimizu (Jepang), Prof. Hiroaki Oseki (jepang), dan Workshop dengan Anton Issehardl (Jerman), Him Savy (Kamboja), Rogier Van der Tak (Amsterdam Viola Quartet), Tijmen Welhburg (Dutch Chamber Music Company). Masterclass & Komposisi Musik dengan Bapak Slamet Abdul Sjukur (Composer), Ibu Narusya Nainggolan (Pianist & Composer), Shinta Wulur (Belanda). Mulai pertengahan Juli 2010 menekuni dunia Conducting dengan serius di bawah bimbingan Mr. Edward Van Ness (USA) hingga sekarang.

Tembi Rumah Budaya | Forum Musik Tembi | Karta Pustaka

 

 

 

__._,_.___
Recent Activity:
blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com

-----------------------
Art & Culture Indonesia (ACI) peduli pada pengembangan seni budaya Nusantara warisan nenek moyang kita. Warna-warni dan keragaman seni budaya Indonesia adalah anugerah terindah yang kita miliki. Upaya menyeragamkan dan memonopoli kiprah seni budaya Indonesia dalam satu pemahaman harus kita tentang mati-matian hingga titik darah penghabisan.
MARKETPLACE
A bad score is 598. A bad idea is not checking yours, at freecreditscore.com.

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___
0
 

"Cavefish" adalah ikan purbakala, tanpa sisik, hidup dalam kegelapan sama sekali, dan kekurangan zat warna apapun. Kini para peneliti telah menemukan bahwa mereka mempunyai ciri lain yang luarbiasa: irama sirkadia, atau jam tubuh, 47 jam, kira-kira dua kali panjang sebagian besar binatang, termasuk manusia. Biasanya, faktor penting yang membantu jam sirkadia yang penting adalah cahaya matahari. Tetapi para peneliti, yang melaporkan temuan mereka dalam jurnal PLos Biology, menulis bahwa jam ikan "cavefish" sama sekali buta terhadap cahaya.
 
"Mereka telah hidup terisolasi sama sekali selama jutaan tahun dari siklus siang-malam, " ujar kepala peneliti, Nicholas Foulkes, seorang ahli kronobiologi pada Institut Teknologi Karlsruhe di Jerman. Para peneliti mengumpulkan ikan "cavefish" yang hidup di bawah padang pasir Somalia. Mereka menyingkapkan ikan tsb. pada siklus siang-malam bersama-sama dengan ikan zebra. Hanya ikan zebra yang memberikan reaksi. Gene-gene fotoreceptor dalam ikan "cavefish" tidak memberikan reaksi pada cahaya matahari sama sekali. Dengan kata lain, Dr. Foulkes mengatakan, "jam-jam mereka adalah buta."
 
Meskipun begitu, jam-jam masih berfungsi. Para peneliti mampu untuk mengatur jam-jam sirkadia ikan "cavefish" dengan menciptakan jadwal pemberian makanan yang tetap. "Mereka mempunyai jam-jam," Dr. Foulkes mengatakan, "Cuma mereka tidak mempunyai pengertian mengenai cahaya." Ia menambahkan bahwa penelitian itu memberikan informasi baru mengenai evolusi jam-jam sirkadia dan pengaruh-pengaruh dari kegelapan yang terus-menerus. "Kami benar-benar memandang pada evolusi ini pada tingkat gene," kata dia.
 
Sumber: Observatori, harian
setempat, Selasa, 13 Sept.
2011, diterjemahkan secara
bebas dan diberi beberapa
anotasi seperlunya.
 
Salam Historia!
Sumar.

__._,_.___
Recent Activity:
KOMUNITAS HISTORIA INDONESIA (KHI)
>>> Another way to love Indonesia!
Phone: +6221.3700.2345, Mobile: +62818-0807-3636
Email/FB: komunitashistoria@yahoo.com
Twitter: @IndoHistoria
Mailing list: http://groups.yahoo.com/group/komunitashistoria
Homepage: http://www.komunitashistoria.org
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___

Sponsored by